Masyarakat di Kabupaten Jayawijaya dinilai belum semuanya memahami akan fungsi dari Akte dan KTP, hal ini terbukti bahwa masih banyak masyarakat yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk dan juga Akte kelahiran/ Akte nikah dan lainnya.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Kependudukan Kabupaten Jayawijaya Didrex R. Aronggear,MSI melalui RRI sabtu lalu. Dikatakan, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti pentingnnya memiliki KTP dan Akte ini, Dinas Kependudukan Kabupaten Jayawijaya, dalam tahun ini akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hal ini diupayakan Pemerintah melalui Dinas kependudukan, agar masyarakat, mengetahui dan melengkapi segala surat-surat penting seperti KTP dan Akte, yang setiap saat akan berguna untuk kepentingan pribadi dan keluarga. KTP dan Akte, selain sebagai bukti diri juga sangat berhubungan dengan nomor induk kependudukan.

Menurut Didrex Aronggear, sosialisasi tersebut telah dilakukan tahun lalu dan masih diprogramkan tahun ini, agar masyarakat memahami akan fungsi pentingnya KTP dan Akte, sehingga nantinya masyarakat akan datang dengan sendirinya untuk mengurus Akte dan KTP dimaksud. Tentang tariff biaya administrasi Pembuatan KTP, Didrex Aronggear berujar, sesuai dengan ketentuan untuk satu KTP biaya administrasi sebesar 20 ribu rupiah dan Kartu Keluarga 20 ribu rupiah, sedangkan untuk Akte Kelahiran dikenakan biaya 30 ribu rupiah sesuai dengan Perda nomor 12 tahun 2008.

Oleh karena itu, Kadinas Kependudukan Didrex Aronggear mengharapkan agar masyarakat datang sendiri ke-petugas, dan tidak diperkenankan menitip lewat orang lain atau melalui staf di Dinas Kependudukan, karena dengan datang sendiri, yang bersangkutan akan mendapatkan data yang jelas dari staf yang ditugaskan untuk menangani KTP maupun Akte